Senin, Agustus 31, 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Iklan
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
Popverse
  • Trend
  • Popstar
    • Gosip artis
    • Celebrity
    • Profil & Biodata
  • K-WAVE
    • Drakor
    • K-Pop
    • K-Entertainment
  • CINEVERSE
    • FILM
    • Review Film
    • Series
    • Netflix
  • Gameverse
  • Komik & Anime
    • Anime
    • Manhwa
    • Manga
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Beauty
    • Kuliner
    • Travel
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Tips N Trik
  • Popverse
    • Musik
    • Berita Viral
    • Edukasi
    • Opini
    • Iklan
    • MFLHVERSE
No Result
View All Result
Popverse
No Result
View All Result
Home Popverse Berita Viral

Gurun Madinah Mendadak Dialiri Air Usai Hujan Deras 3 Hari Pertanda Kiamat?

popverse by popverse
Agustus 31, 2026
in Berita Viral
0
Gurun Madinah Mendadak Dialiri Air Usai Hujan Deras 3 Hari

Gurun Madinah Mendadak Dialiri Air Usai Hujan Deras 3 Hari

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Pemandangan tak biasa muncul di sekitar Madinah, Arab Saudi, setelah hujan mengguyur wilayah tersebut selama sekitar tiga hari. Air mengalir melewati kawasan gurun hingga membentuk aliran menyerupai sungai, sementara sejumlah area dilaporkan mengalami banjir.

Fenomena tersebut kemudian menjadi perhatian di media sosial. Sebagian pengguna menghubungkannya dengan hadis mengenai Jazirah Arab yang kembali memiliki padang rumput dan sungai, lalu mengaitkannya dengan tanda-tanda kiamat.

Related posts

No Content Available

Namun, kemunculan aliran air di tengah gurun setelah hujan lebat bukanlah fenomena yang sulit dijelaskan secara ilmiah.

Hujan Lebat Mengubah Lanskap Gurun

Mengutip laporan Arab News, hujan turun di sejumlah wilayah Madinah selama kurang lebih tiga hari. Intensitas hujan paling tinggi terjadi pada Jumat, 28 Agustus.

Di sejumlah titik, derasnya air membuat permukaan gurun yang biasanya kering berubah menjadi jalur aliran air. Kondisi tersebut bahkan memicu banjir di beberapa kawasan.

Pengemudi kendaraan off-road, Jawaher Shaheen, menjadi salah satu orang yang menyaksikan langsung kondisi tersebut bersama suaminya. Mereka mendatangi sejumlah lokasi di sekitar Madinah ketika hujan berlangsung.

Menurut Shaheen, salah satu lokasi yang mereka datangi adalah Al-Furaish. Hujan di kawasan tersebut turun lebih deras hingga air banjir mulai mengalir.

Perjalanan ke beberapa lokasi itu membutuhkan waktu sekitar satu jam. Di sejumlah tempat, hujan deras berlangsung sekitar 15 hingga 30 menit sebelum intensitasnya berkurang menjelang matahari terbenam.

Kenapa Gurun Bisa Membentuk Aliran Air?

Gurun identik dengan kondisi kering, tetapi bukan berarti tanah di kawasan tersebut selalu mampu menyerap seluruh air hujan yang turun.

Saat volume air datang lebih cepat dibandingkan kemampuan tanah melakukan infiltrasi, sebagian air akan bergerak di atas permukaan. Air kemudian mengikuti kontur tanah dan mengarah ke bagian yang lebih rendah.

Material permukaan, struktur tanah, batuan, serta kondisi permukaan menjadi beberapa faktor yang memengaruhi seberapa cepat air dapat masuk ke dalam tanah.

Aliran air yang terkumpul di cekungan atau jalur drainase alami akhirnya dapat terlihat seperti sungai. Di kawasan gurun, terdapat pula wadi, yakni lembah atau saluran yang biasanya kering tetapi dapat dialiri air ketika terjadi hujan dalam jumlah besar.

Karena itu, perubahan pemandangan dari gurun tandus menjadi kawasan yang dialiri air dapat berlangsung relatif cepat ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Hujan Tak Langsung Membuat Gurun Menjadi Hijau

Air hujan memang dapat meningkatkan kelembapan tanah dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan untuk memperoleh air. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat gurun berubah menjadi padang hijau.

Pertumbuhan vegetasi tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk banyaknya hujan, pola distribusinya, karakteristik tanah, serta keberadaan benih dan tumbuhan yang dapat memanfaatkan air.

Arab Saudi sebelumnya juga telah memperkirakan potensi badai petir yang disertai hujan es di sejumlah wilayah. Daerah yang masuk dalam perkiraan tersebut antara lain Madinah, Makkah, Jazan, Asir, dan Al-Baha.

Dengan kondisi tersebut, perubahan lanskap akibat hujan lebih tepat dipahami sebagai fenomena cuaca dan proses hidrologi. Peristiwa tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa Madinah secara mendadak berubah menjadi wilayah dengan iklim basah.

Bagaimana dengan Anggapan Tanda Kiamat?

Perbincangan mengenai fenomena ini tidak lepas dari hadis yang menyebut Jazirah Arab akan kembali menjadi padang rumput dan dialiri sungai. Namun, menghubungkan satu kejadian hujan dengan kepastian datangnya tanda kiamat merupakan kesimpulan yang tidak dapat dibuktikan hanya berdasarkan fenomena cuaca tersebut.

Dari sisi meteorologi, hujan lebat dapat terjadi di kawasan gurun dan menghasilkan limpasan air dalam jumlah besar. Fenomena seperti ini merupakan bagian dari dinamika cuaca yang dapat terjadi ketika kondisi atmosfer mendukung.

Majed Al-Sahoubi, spesialis astronomi yang mempelajari kaitan bintang, musim, dan cuaca, turut menjelaskan mengenai kemunculan Suhail. Dalam tradisi masyarakat Arab, bintang tersebut kerap digunakan sebagai penanda perubahan musim.

Al-Sahoubi menegaskan bahwa kemunculan Suhail bukan penyebab turunnya hujan. Bintang tersebut hanya dianggap sebagai penanda bahwa kondisi musim mulai mengalami perubahan dan tidak memiliki pengaruh langsung terhadap cuaca.

Ia juga menyebut pola hujan di kawasan gurun pada periode tersebut masih cenderung tidak teratur. Hujan yang lebih konsisten di sejumlah wilayah diperkirakan baru berlangsung sekitar pertengahan Oktober.

Dengan demikian, aliran air yang muncul di gurun Madinah setelah hujan deras dapat dijelaskan melalui proses alam yang berkaitan dengan curah hujan, kemampuan tanah menyerap air, kontur permukaan, dan sistem drainase alami. Peristiwa tersebut menarik secara visual, tetapi tidak dengan sendirinya menjadi bukti ilmiah mengenai tanda kiamat.

 

Tags: aliran sungai Madinahbanjir Madinahcuaca Arab Saudifenomena alamgurun Arab Saudigurun Madinahhujan deras Arab Saudihujan Madinahtanda kiamatwadi
Previous Post

Jepang Siapkan Misi MMX, Bawa Sampel Bulan Mars ke Bumi

Next Post

Meta Bayar Rp 321 Triliun, TikTok dan YouTube Terancam

Next Post
Meta Bayar Rp 321 Triliun, TikTok dan YouTube Terancam

Meta Bayar Rp 321 Triliun, TikTok dan YouTube Terancam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Ngurah Rai International Airport To Close For 24 Hours For Nyepi

2 bulan ago

Indonesia Among Top 10 Destinations For Chinese Tourists In 2017

2 bulan ago

Mobile Data, Not Internet Service Providers, To Be Blocked In Bali During Nyepi

1 bulan ago
GTA 6 Bikin Streaming Kewalahan, Saham Take-Two Naik

GTA 6 Bikin Streaming Kewalahan, Saham Take-Two Naik

5 jam ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita Viral
  • Gameverse
  • Teknologi
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League aliran sungai Madinah asal-usul kehidupan Balinese Culture Bali United banjir Madinah Budget Travel bulan Mars Champions League Chopper Bike cuaca Arab Saudi Doctor Terawan eksplorasi Mars fenomena alam gameplay GTA 6 game terbaru Grand Theft Auto 6 GTA 6 GTA 6 Netflix GTA 6 Twitch gurun Arab Saudi gurun Madinah hujan deras Arab Saudi hujan Madinah Istana Negara JAXA Jepang ke Mars Market Stories Mars 2026 misi luar angkasa misi MMX Jepang National Exam Phobos PlayStation 5 Rockstar Games sampel Phobos Take-Two Interactive tanda kiamat trailer GTA 6 Visit Bali wadi
Popverse

© 2026 Popverse.id - Ruang Literasi dan Pop Culture All Rights Reserved..

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Iklan
  • Hubungi Kami
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trend
  • Popstar
    • Gosip artis
    • Celebrity
    • Profil & Biodata
  • K-WAVE
    • Drakor
    • K-Pop
    • K-Entertainment
  • CINEVERSE
    • FILM
    • Review Film
    • Series
    • Netflix
  • Gameverse
  • Komik & Anime
    • Anime
    • Manhwa
    • Manga
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Beauty
    • Kuliner
    • Travel
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Tips N Trik
  • Popverse
    • Musik
    • Berita Viral
    • Edukasi
    • Opini
    • Iklan
    • MFLHVERSE

© 2026 Popverse.id - Ruang Literasi dan Pop Culture All Rights Reserved..