JAKARTA – Antusiasme terhadap Grand Theft Auto 6 (GTA 6) kembali menunjukkan skalanya. Penayangan preview resmi terbaru game besutan Rockstar Games itu membuat sejumlah platform streaming menghadapi lonjakan trafik, sementara saham Take-Two Interactive ikut terdorong naik.
Netflix dan Twitch Ikut Terdampak
Netflix menjadi salah satu platform yang merasakan tingginya perhatian publik setelah menayangkan cuplikan panjang GTA 6. Sejumlah pengguna sempat mendapati pesan kesalahan dan harus memuat ulang halaman ketika mencoba mengakses tayangan tersebut.
Netflix mengakui adanya gangguan singkat yang dialami sebagian pengguna. Perusahaan menyatakan masalah tersebut segera ditangani sehingga akses kembali normal.
Dampaknya juga terasa di Twitch. Platform streaming yang banyak digunakan gamer untuk menyaksikan sekaligus membagikan reaksi terhadap trailer GTA 6 tersebut dilaporkan mengalami persoalan bandwidth ketika tayangan dirilis.
Fenomena itu memperlihatkan besarnya perhatian yang mengiringi setiap materi promosi GTA 6. Bahkan, Christopher Dring, pendiri perusahaan analisis The Game Business, menilai langkah Netflix menampilkan game tersebut menjadi gambaran kuat mengenai besarnya daya tarik GTA 6.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan sesuatu yang tidak biasa dilakukan Netflix dan memperlihatkan posisi GTA 6 yang memiliki daya tarik jauh di atas judul game pada umumnya.
Saham Take-Two Menguat
Antusiasme pasar terhadap GTA 6 juga tercermin di sektor finansial. Harga saham Take-Two Interactive, perusahaan induk Rockstar Games, tercatat meningkat 2,5 persen. Sejumlah analis dari Morgan Stanley dan JPMorgan turut menunjukkan pandangan positif terhadap saham perusahaan tersebut.
GTA 6 sendiri dijadwalkan meluncur pada 19 November untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S. Game ini membawa ekspektasi besar karena pendahulunya, GTA 5, masih mampu bertahan di jajaran lima besar game dengan penjualan tahunan tertinggi meski telah berusia 13 tahun.
Perusahaan analitik Newzoo memperkirakan nilai pre-order GTA 6 secara global telah mencapai sekitar US$260 juta. Proyeksi mereka juga menunjukkan potensi pendapatan hingga US$4,5 miliar hanya pada pekan pertama setelah game diluncurkan.
Besarnya respons terhadap materi promosi terbaru turut menjadi indikasi bahwa berbagai kebocoran informasi mengenai GTA 6 sebelumnya belum terlihat mengurangi potensi komersial game tersebut.
Perdebatan Soal Game Digital
Di tengah euforia tersebut, Rockstar dan Take-Two juga menghadapi perdebatan mengenai format distribusi GTA 6. Game tersebut disebut akan tersedia melalui unduhan digital tanpa menyertakan versi cakram fisik.
Pihak yang diduga menjadi sumber kebocoran GTA 6 sebelumnya mengklaim aksinya berkaitan dengan penolakan terhadap strategi distribusi Rockstar. Rencana Sony menghentikan produksi cakram PlayStation pada 2028 juga disebut dalam isu tersebut.
CEO Take-Two Strauss Zelnick berpendapat bahwa distribusi fisik dalam bentuk cakram semakin sulit dibenarkan dari sisi konsumen maupun bisnis. Ia menyebut lebih dari 90 persen bisnis perusahaan kini sudah mengandalkan distribusi digital.
Perubahan tersebut sejalan dengan kondisi pasar game fisik di Amerika Serikat. Berdasarkan data Circana, belanja konsumen untuk cakram game turun hingga US$85 juta, yang menjadi titik terendah dalam catatan yang disebutkan dalam laporan tersebut.
GTA 6 Diharapkan Dongkrak Pasar Konsol
Peluncuran GTA 6 juga dipandang sebagai salah satu harapan bagi industri konsol yang sedang menghadapi tekanan harga. Kenaikan biaya memori dan penyimpanan ikut mendorong harga perangkat gaming menjadi lebih mahal.
Xbox Series X, misalnya, kini disebut dijual dengan harga sekitar US$800. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga peluncurannya pada 2020 yang berada di kisaran US$500.
Dengan skala popularitas GTA 6 dan besarnya ekspektasi penjualan, industri berharap kehadiran game tersebut dapat memberikan dorongan baru terhadap pasar konsol sekaligus memperkuat kembali minat konsumen terhadap ekosistem gaming.
Pada akhirnya, respons terhadap preview terbaru GTA 6 bukan hanya terlihat dari perbincangan komunitas gamer. Lonjakan trafik platform streaming dan pergerakan saham Take-Two menunjukkan bahwa game ini telah menjadi fenomena bisnis sekaligus hiburan bahkan sebelum resmi dirilis.



